You are here:   Home IBLP Seminar Basic Seminar Menyelesaikan Konflik
Print PDF

Menyelesaikan Konflik

Mengidentifikasi Akar Masalah

Mengapa Ada Konflik

Sama seperti ada hukum universal yang mengatur dunia alam, jadi ada prinsip-prinsip kehidupan yang mengatur hubungan pribadi dan interpersonal. Jika prinsip apapun dilanggar, pasti ada konsekuensi.

Prinsip yang dilanggar selama masa muda akan terus berlanjut merusak hubungan sepanjang hidup. Banyak "konflik orang dewasa" sebenarnya adalah konflik anak muda yang tidak pernah diselesaikan.

Menyelesaikan Konflik

1. Bagaimana mengidentifikasi tiga akar permasalahan
Masalah permukaan harus dilacak sampai ke akar, kemudian diikuti langkah-langkah praktis untuk membawa solusi langgeng.

2. Bagaimana menanggapi otoritas
Allah merancang empat struktur otoritas untuk memberikan perlindungan, arah, dan penyediaan. Ketika diminta untuk melakukan sesuatu yang salah, Daniel mengikuti tujuh langkah tindakan yang memberikan pemahaman yang berharga tentang bagaimana menanggapi otoritas.

3. Bagaimana mengatasi rasa bersalah
Rasa bersalah akibat kegagalan masa lalu menghasilkan konsekuensi fisik, emosional, dan spiritual. Arah yang tepat diberikan untuk mengatasi rasa bersalah ini dan mengubah kegagalan menjadi pesan yang hidup.

4. Bagaimana mengatasi kepahitan
Jika kita tidak mengampuni kesalahan orang lain, sakit hati ini akan menyebabkan kepahitan dan merusak hidup kita. Pelajari bagaimana mengubah kemarahan dan iritasi menjadi kasih sejati.

5. Bagaimana mengalahkan khawatir dan takut
Segala sesuatu yang kita miliki akan segera “memiliki” kita - kecuali jika kita mengambil langkah-langkah untuk menaklukkan kekhawatiran dan ketakutan.

6. Bagaimana memperoleh kemurnian moral
Amarah dan hawa nafsu adalah "kembar," dan keduanya dapat diatasi dengan langkah-langkah tindakan yang Alkitabiah.

7. Bagaimana meraih sukses sejati dalam hidup
Tuhan berjanji bahwa jika kita melaksanakan satu latihan spiritual tertentu kita akan sukses dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Pelajari apakah latihan spiritual tersebut dan bagaimana melakukannya.

Mengkonfirmasi Kebenaran Dengan Cinta Sejati

Kebenaran ini harus diimbangi dengan kasih. Kasih dinyatakan dalam kualitas karakter seperti tahu berterima kasih, murah hati, tulus, hikmat, sabar, rendah hati, dan loyal.

Jika suatu prinsip, seperti otoritas, tidak diimbangi dengan karakter peduli, sabar, lembut, hormat dan fleksibel. yang lain akan bereaksi dengan prinsip. Oleh karena itu, kita berbicara tentang kebenaran dalam kasih (lihat Efesus 4:15).

Banner